Jumat, 02 September 2016

Janur Siapkan Diogo Hadapi Sriwijaya FC

Zulham Zamrun dan Rudolof Yanto Basna resmi dipanggil Tim Nasional Indonesia menghadapi laga uji coba melawan Malaysia Selasa (6/9) mendatang. Artinya Persib akan melepas kedua pemain itu mulai Minggu (4/9) dalam persiapan mereka menghadapi laga tandang melawan Sriwijaya FC (SFC), Sabtu (10/9) di pekan 19 Torabika Soccer Championship (TSC) A 2016.
Pelatih Persib Jajang Nurjaman pun menyiapkan pemain anyar mereka Diogo Alexandre Ferreira untuk debut menghadapi SFC. Rencana pun diperkirakan pemain berpaspor Australia itu akan duet perdana dengan Vladimir Vujovic.
“Betul seperti itu (saat Basna dipanggil Timnas, Diogo disiapkan) Itu akan menjadi pertimbangan saya, untuk menghadapi pertandingan nanti sudah disiapkan sejak dini,” papar Jajang saat diwawancarai wartawan di Grha Persib, Rabu (31/8).
Meski demikian, Janur sapaan akrab Jajang akan melihat kembali perkembangan kedua pemain untuk diturunkan di jelang-jelang waktu pertandingan. Siapa yang lebih siap, maka akan diturunkan oleh pelatih 58 tahun itu.
“Apakah akan memakai Basna yang di Timnas atau memakai jasa Diogo. Semua juga saya akan dipikirkan mana yang terbaik dan yang paling siap,” ujarnya.
 /SIMAMAUNG.COM

Kamis, 01 September 2016

Ini Rencana Persib Sambut Putaran Kedua

Para bobotoh yg berbahagia, info menarik untuk menatap TSC putaran ke II begini ulasannya. cekidott. Usai merampungkan putaran pertama Torabika Soccer Championship 2016, Persib Bandung melakukan evaluasi terkait performa anak asuh Jajang Nurjaman. Manajer Persib, Umuh Muchtar menyebut bahwa beberapa celah yang membuat masih terbuka di awal musim mulai dia coba perbaiki. Seperti memasukan Diogo Ferreira yang piawai tampil di banyak posisi di wilayah pertahanan. Selain itu penyerang asing, Juan Belencoso pun didepak dari Maung Bandung.
Persib pun disebut Umuh tinggal mencari kepingan terakhir di posisi ujung tombak guna melengkapi skuat menyambut putaran kedua. Saat ini Persib masih mencari striker haus gol namun belum ada yang sesuai dengan kriteria. Nama Marcos Flores yang merupakan gelandang serang pun masuk dalam opsi daftar beli.
“Kita lakukan pembenahan, kan sudah masuk satu (pemain). Nanti ada lagi untuk di depan (striker) namun bukan striker murni. Insya Allah segera datang. Ini harus dibenahi, jangan sampai kita (posisi) ke bawah lagi,” ujar Umuh di Rumah Makan Sederhana, Selasa (30/8).
Selain itu beberapa pemain juga masuk daftar untuk dilepas ke klub lain. Namun bukan untuk diputus kontrak melainkan dipinjamkan supaya mendapat menit bermain. Seperti Gian Zola dan Febri Hariyadi yang sedang bergabung dengan PON Jabar. Saat ini jumlah pemain Maung Bandung memang melebihi kapasitas sehingga banyak yang tidak mendapat menit bermain. Perampingan pun mulai dilakukan manajemen.
“Di sinipun juga tim numpuk nanti kalau bisa dipinjamkan dulu. Ada permintaan itu. Saya pinjamkan agar menambah jam terbang. Itu tidak dicoret atau dikeluarkan dari Persib, Insya Allah saya izinkan,” ujarnya.
Umuh menuturkan bahwa kedua jebolan Maung Ngora itu sudah dibidik oleh beberap klub kontestan TSC dan ISC B. Bahkan kabarnya Bali United pun ingin menggunakan jasa para pemain muda tersebut. Umuh pun akan merestui Zola dan Febri untuk pindah tim namun hanya untuk dipinjam. Menurutnya kedua pemain itu adalah permata yang akan menjadi tulang punggung tim beberapa tahun ke depan.
“Tidak ada masalah untuk dipinjamkan dulu, tapi bukan dilepas tapi selama di Persib numpuk. Dia kan pemain harapan Persib, Zola dan Febri itu masa depan Persib,” ungkapnya.

Keren… Persib Menjadi Klub Paling Laris di TSC 2016 Putaran Pertama

Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 telah merampungkan seluruh laga untuk paruh pertama pada 29 Agustus kemarin. PT Gelora Trisula Semesta selaku operator pun sudah mempunyai catatan soal tim yang punya prestasi berdasarkan popularitas.
Mengacu pada rating televisi, Persib Bandung yang saat ini masih berkutat di papan tengah menjadi tim paling populer dan laris. Laga kontra Persija Jakarta yang berakhir imbang tanpa gol dinyatakan sebagai duel paling ditonton sepanjang paruh pertama.
“Menyangkut aspek komersial, ada beberapa catatan kaitannya dengan popularitas kompetisi yang diukur dari occupancy stadion, datangnya fans ke stadion, ada beberaparecord yang nanti akan disirkulasi ke dalam data,” ungkap Joko Driyono, direktur utama GTS.
“Ada beberapa catatan pertandingan yang mendapat rekor tertinggi, misalnya itu ada di posisi Persib dan Persija yang mendapat rekor tertinggi,” beber pria asal Ngawi tersebut menambahkan.
Sesuai kesepakatan klub peserta bersama GTS di awal ISC, bahwa uang tambahan kompensasi dari sponsor senilai Rp15 miliar akan dibagikan kepada 18 tim kontestan dan besarnya berdasarkan prestasi klub secara rating televisi.

Maung Bandung yang sejauh ini menjadi tim paling laris berpeluang mendapat 15,6 persen dari jumlah Rp15 miliar. Sedangkan posisi kedua mendapat 12 pesen, ketiga 10 persen dan delapan persen untuk peringkat keempat berdasarkan rating televisi.
“Ini menjadi trigger bagi seluruh klub, sekalipun dari perfoma klub tidak dalam posisi terbaik di klasemen tapi bisa saja tv ratingnya signifikan. Yang paling menonjol tadi misalnya adalah Persela Lamongan yang secara klasemen ada di 18 tapi tv ratingnya ada di posisi tujuh,” urai Joko.
“Persib Bandung yang di papan tengah, tapi tv ratingnya ada di ranking satu. Ini akan jadiadditional revenue bagi teman-teman klub yang berdasarkan popularitas kinerjanya akan diukur ke dalam tv rating,” pungkas mantan sekjend PSSI itu.
sumber :  http://www.beritakita.id/16268/news/keren-persib-menjadi-klub-paling-laris-di-tsc-2016-putaran-pertama/

Diogo Tak Sabar Cicipi Atmosfer Bobotoh di SJH

Laga Persib Bandung kontra Arema Cronus akan menjadi momen pertama kali pemain anyar Diogo Alexandre Ferreira melihat langsung fanatisme bobotoh. Faktor suporter memang menjadi salah satu alasan pemain asal Australia tersebut mau bergabung dengan skuat Maung Bandung. Sebelum Diogo menerima pinangan Persib, dia mencari tahu informasi tentang klub yang akan dia tuju. Ternyata daya tarik dari Persib adalah animo bobotoh yang luar biasa dan menurutnya setara dengan klub Eropa.
“Sangat bagus, saya sudah dengar mereka beberapa tahun berakhir. Saya lihat video di internet, saya lihat parade kemenangan, bagi saya ini yang terbaik di Asia sejauh ini, sama halnya seperti klub besar di Eropa. Merasakan hal seperti itu adalah fantastis jika kamu seorang pemain muda. Itu satu-satunya yang kamu inginkan, tampil di depan begitu banyak suporter,” beber Diogo dalam wawancara, Sabtu (27/8).
Bukan hanya lewat dunia maya, pria berusia 26 tahun itu mencari kabar tentang Persib dari Robbie Gaspar. Robbie memang pernah menjadi bagian dari skuat Maung Bandung di musim 2012 di bawah asuhan Drago Mamic. Mereka yang sama-sama berkebangsaan Australia pun sempat bertemu di Perth untuk berbincang. Diogo memang terakhir bermain untuk Perth Glory sebelum akhirnya hijrah ke Bandung.
“Ya saya tahu dia, dia dari Perth dan bicara tentang begitu besar klub dan liga di sini. Ya saya pernah ketemu sebelumnya, dan bicara ini klub ini terbesar di Indonesia,” ujarnya.
Mencari informasi Persib dari internet dan Robbie Gaspar, Diogo sudah gatal ingin segera mencicipi atmosfer Jalak Harupat secara langsung. Dia ingin merasakan gemuruh stadion saat tim kebanggaannya mentas, terlebih lawan yang dihadapi adalah rival dalam perebutan tahta juara. Diogo memang kerap tampil di depan puluhan ribu penonton di Australia, namun animo bobotoh yang militan dengan nyanyian dan koreo mereka tetap membuat sang pemain penasaran.
“Saya belum yakin, itulah kenapa saya tak sabar menonton secara langsung pertandingan Sabtu ini. Tapi apa yang saya lihat (video), atmosfirnya luar biasa dan gila, saya juga pernah main untuk tim besar di Australia. Ketika main di depan 40 ribu penonton, saya ingin merasakan perbedaannya, merasakan langsung atmosfirnya di stadion,” ungkapnya.

Kerja Keras di Seleksi, Basna Tak Kaget Dipanggil Timnas

Pemain belakang PERSIB, Rudolof Yanto Basna mengaku tidak kaget dengan pemanggilan dirinya ke Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Sebab menurutnya, dia sudah berjuang keras untuk mengeluarkan kemampuannya saat seleksi gelombang kedua 15-18 Agustus di Kabupaten Bogor, lalu.

Menurut Basna, dibandingkan pemanggilan untuk uji tanding kontra Malaysia 6 September mendatang, dia lebih kaget saat seleksi. Sebab, itu kali pertama ia bergabung Timnas senior dan saat itu jarang dipasang sebagai bek tengah saat di PERSIB.

"Saya merasa percaya dapat dipanggil timnas untuk uji tanding besok. Tapi, awalnya saat seleksi memang saya sempat tidak percaya dan kaget bisa terpanggil," kata Basna, Selasa (30/08/2016).

Tapi, Basna mengaku sangat bersyukur usaha dan kerja kerasnya bisa berbuah manis. Dia senang bisa menjadi bagian dari tim Garuda Merah Putih, meskipun ia masih harus kerja keras saat laga kontra Malaysia di Stadion Manahan, Solo mendatang.

"Saya akan selalu optimistis menghadapi pertandingan besok. Ini merupakan tantangan dan pengalaman baru bagi saya," tambahnya. ***

Masih Ingat Djibril Coulibaly? Setelah Bawa Persib Juara Nasibnya Begini

Masih ingat dengan Djibril Coulibaly? Jawaban Bobotoh pasti ‘Iya’ selain belum lama meninggalkan Persib, Djibril yang sahabat dari Idola Bobotoh Makan Konate pernah bahu membahu dalam meraih gelar Indonesia Super League (ISL) 2014 yang sudah 19 tahun tak pernah didapatkan oleh Persib.
Djibril Coulibaly didatangkan dari Barito Putera bersama Konate, Djibril yang merupakan mesin gol dari klub sebelumnya lebih mentereng kebintangannya dibandingkan kompatriotnya yang juga asal Mali Makan Konate, Djibril dipersiapkan Djadjang Nurdjaman untuk menjadi tandem sepadan dari Sergio van Dijk yang di musim sebelumnya menjadi top skor Persib Bandung dengan raihan yang sama dengan Djibril Coulibaly yaitu 21 gol.
Namun sayang duet maut yang dipersiapkan oleh Djanur ini berantakan, Sergio van Dijk malah memilih hijrah ke Klub Iran, dengan indikasi ada masalah dengan kontraknya, meskipun pada kompetisi kali ini Sang Penyerang itu kembali ke Persib Bandung karena kecintaanya pada Persib. Ditinggal can Dijk otomatis Djibril Coulibaly menjadi salah satu andalan di lini depan, dengan statusnya sebagai juru gedor level atas Coulibaly berhasil memikat hati Bobotoh pada awal dirinya bergabung, namun sayang penampilan apiknya itu tidak lama bisa disaksikan serangakaian cedera yang menerpanya membuatnya jauh dari ekspektasi, bahkan posisinya harus tergeser oleh striker lokal Ferdinand Sinaga.
Djibril Coulibaly bahkan tidak diturunkan di partai penting Persib kala itu, saat Semifinal kontra Arema dan Final ISL kontra Persipura Jayapura, dirinya menyaksikan rekan-rekannya menjuarai Kompetisi ISL 2014 dari bangku cadangan.
Berhasil membawa Persib Juara ISL 2014 Colibaly langsung berpamitan dan mengundurkan diri dari Maung Bandung, lalu dirinya sempat bergabung dengan Semen Padang, namun lagi-lagi dirinya harus berurusan dengan cedera yang membuat dirinya batal memperkuat tim Urang Awak tersebut.

Setelah pulih dari cedera akhirnya Djibril Coulibaly memutuskan untuk bergabung dengan salah satu klub di Liga Arab, disana dirinya memulihkan kembali kepercayaan dirinya yang sempat hilang karena cedera, meninggalkan Indonesia selama dua tahun rupanya Djibril masih merindukan Indonesia dan ingin kembali bermain di Indonesia.
Persija Jakarta sebagai rival Maung Bandung menjadi salah satu destinasi yang dicoba oleh Djibril, dirinya kini mengikuti seleksi untuk menjadi bagian dari Macan Kemayoran tersebut, dirinya menganggap jika Persija masih klub terbaik di Indonesia meskipun saat ini berada di posisi klasemen yang kurang baik.
sumber :  http://www.beritakita.id/16175/news/masih-ingat-djibril-coulibaly-setelah-bawa-persib-juara-nasibnya-begini/

Zola dan Febri Pemain Muda Potensial Persib Akan di Lepas ke Bali United

Persib Bandung memastikan bakal meminjamkan beberapa pemain mereka ke klub lain pada putaran kedua Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016. Hal itu diungkapkan manajer Persib Umuh Muchtar. Menurut Umuh, setidaknya ada empat pemain yang bakal dipinjamkan.
Mereka adalah Gian Zola Nasrulloh, Febri Hariyadi, Rudiyana, serta Yandi Sofyan Munawar. Keempatnya memang jarang mendapatkan kesempatan bermain di tim Maung Bandungpada putaran pertama ISC A.
Umuh mengungkapkan, untuk Zola dan Febri sudah ada klub yang berminat. “Saya akan pinjamkan agar menambah jam terbang mereka, daripada di sini tidak main padahal punya potensi. Mohon maaf saja daripada di sini numpuk,” kata Umuh.
Sementara untuk Yandi dan Rudiyana masih belum dan akan terus ditawarkan ke klub lain. “Sebenarnya waktu itu ada yang berminat dengan Rudi. Tapi dia menolak, kalau menolak lagi, ya maaf-maaf, itu lain cerita,” tegasnya.

Di samping itu, Umuh juga menegaskan para pemain itu statusnya hanya dipinjamkan ke klub lain. Jadi, bukan dicoret dari Persib. “Langkah kami meminjamkan mereka itu pun sebagai upaya agar menambah jam terbang juga, bukan mencoret begitu saja,” jelas Umuh, yang juga mengungkapkan pada putaran kedua nanti ideal skuat timnya hanya berjumlah 24-25 pemain.
Seperti diketahui, Persib masih memburu satu pemain asing untuk melengkapi skuat mereka. Saat ini, pelatih Persib Djadjang Nurdjaman masih memilah-milah apakah mendatangkan striker atau playmaker asing.
sumber :  http://www.beritakita.id/16265/uncategorized/zola-dan-febri-pemain-muda-potensial-persib-akan-di-lepas-ke-bali-united/

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review